Kering

Ketika sebuah keinginan sederhana tidak harus terpenuhi.

Ketika seonggok perasaan mulai membatu dan berdebu.

Mereka, dua bibit yang memutuskan bersatu, tumbuh bersama untuk menjadi satu pohon. Pohon yang sejalan dengan matahari terbit dan terbenam makin tumbuh menjulang. Bercabang cabang. Melahirkan pucuk-pucuk muda diujung rantingnya. Pucuk muda bergelar harapan.

Pada pucuk-pucuk muda itu mengalir segala kebaikan dan keinginan. Seumpama mimpi yang tertanam dalam-dalam. Mengakar dan mengikat kuat.

Kini..

Pohon bercabang itu makin renta. Rapuh dan limbung dimakan usia. Seakan hendak tumbang terbagi dua.

Pucuk-pucuk nya terlihat pucat. Kering berkerut-kerut.

Menanti jatuh ketanah. Menanti hancur.

889359

.. Ayah, Bunda. Maaf, pucuk itu belum mampu membahagiakan kalian.

Mr. Smiley

B elakangan ini banyak orang besar yang satu satu meninggalkan kita. Orang-orang besar yang meninggalkan banyak karya hebat yang meninggalkan kesan bukan hanya di otak tetapi juga di hati.

J adi teringat pada satu sosok yang saya pikir selalu tersenyum. Walau mungkin sebenarnya beliau tidak bermaksud seperti itu, entah kenapa saya tidak pernah melihat sirat marah, dengki atau hal-hal negatif lainnya dari wajah bapak beranak 4, yang 2 diantaranya kembar ini. Sebagai seniman, pemilik nama asli Chrismansyah Rahardi ini memiliki prestasi di bidang musik yang bisa dibilang melegenda di negeri ini. Karya-karyanya selalu mendapat antusiasme yang tinggi khususnya dari para penggemar, ataupun dari masyarakat luas. Berpuluh-puluh lagu menarik perhatian dan berbekas lama di ingatan.

P enyanyi yang tanggal 16 September 2009 nanti ini kiranya genap berusia 60 tahun, di awal karirnya beberapa kali berganti band, antara lain band Sabda Nada (1968), yang kemudian berubah menjadi band Gypsy (1969), disusul dengan bergabung dalam band The Pro?s (1972), setelah itu beliau memilih berkarir solo. Sampai pada tahun 1977 beliau berhasil memenangkan Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors, dan sekaligus mempopulerkan lagu Lilin Lilin Kecil. Sejak itu beliau menelurkan deretan lagu yang berulang kali menjadi hits. Semisal lagu Badai Pasti Berlalu, Sabda Alam, Aku Cinta Dia

S aya masih ingat dengan jelas, bagaimana 22 tahun lalu saya berlatih menari modern untuk perpisahan TK menggunakan salah satu lagu beliau dan dengan sukses mendapatkan pujian dari para guru dan orangtua teman-teman .. Hip Hip Hura Hura. Lagu yang ceria, walau dengan musikal yang sederhana.

D imalam minggu
Kupergi ke pesta
Pesta meriah
Ulang tahun kawanku
Semua yang datang
Bergaya ceria
Berdansa dan gembira

D itengah pesta kulihat si dia, lincah gayanya
Dandan masa kini
Ingin hatiku mencium pipinya
Tapi malu rasanya

Reff;
O h hip hip hura hura…
Aku suka dia…
Aku jatuh cinta…
Sungguh suka dia …
Sungguh cinta dia…
Hip hip hura hura

U ntuk semua eksplorasi bakat dan dedikasi kalian. S alut !

Nyeri

Hujan siang itu, membawa ke dalam lamunan yang panjang ..

Rasa kehilangan menerobos deras dari mata,
berpacu dengan titik titik air yang pecah saat bergesekan dengan udara

Nyeri ..

Membinasakan dinding logika,

Menyayat rindu yang makin berkarat

Berbagi Rasa

S egala ego dan tuntutan hidup membawa kita kedalam situasi yang seringkali tidak diinginkan. Yang seringkali menyudutkan, membuat kita mengerahkan kemampuan secara membabi-buta. Tuntutan untuk lahir normal, bersekolah sekaligus mendapat nilai memuaskan, berperilaku santun, menjaga norma, mendapat pekerjaan bagus, menghasilkan gaji tinggi, up-date terhadap tren terbaru, punya keluarga normal bahagia dan seterusnya.

I ngin diakui.

K ita berusaha mati-matian terlihat indah di mata orang lain.

D an saya mulai bosan melihat itu. Melihat saya dan orang lain merubah dirinya menjadi mesin penggilas jaman.

B eberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman sejawat punya kesempatan dijamu oleh sebuah institusi independen non-pemerintah. Saya tidak berani menyebut nama institusi tersebut disini tanpa ijin, walau pasti mereka tidak berkeberatan untuk itu. Suatu klinik sederhana yang berada di tengah hiruk pikuk pasar sekitar Jatinegara dengan lalulintas masyarakat marginal. Institusi ini memberi mulai dari layanan umum dan beberapa layanan khusus.

Y ang menarik untuk saya adalah, pasien tetap beberapa layanan khusus di institusi ini adalah golongan yang mungkin untuk sebagian masyarakat dianggap tidak normal. Sebut saja diantaranya waria, WPS (Wanita Penjaja Seks), PPS (Pria Penjaja Seks), klien (pelanggan WPS/PPS), homoseksual (guy atau lesbian) atau MSM (Man having Sex with Man), IDU (Injecting Drug User) dan warga binaan (narapidana). Ada yang aneh? Mari kita anggap ini sebagai sesuatu yang unik, daripada aneh. Dan mereka benar-benar ada di lingkungan kita, dengan jumlah yang semakin meningkat.

L ebih jauh, layanan khusus di klinik ini berhubungan dengan orientasi seksual berbasis perspektif kesetaraan gender. Berbagai orientasi seksual seperti :

1. Heteroseksual

Hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa genito-genita (penis-vagina), oral seks dan anal seks.

2. Homoseksual

Hubungan antara sesama laki-laki, atau sesama perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa oral seks, anal seks dan riming (menjilati sekitar anus)

3. Biseksual

Hubungan antara seorang laki-laki dengan laki-laki dan perempuan, atau sebaliknya

4. Selibat

Seseorang yang memutuskan dirinya untuk tidak berhubungan seksual, biasanya berhubungan dengan agama.

D i klinik ini, semua orang diterima dan dilayani setara dengan tanpa melihat latar belakangan orientasi seksual mereka. Bahkan dalam mencatat identitas klinik ini hanya meminta nama panggilan, tanpa embel-embel KTP atau surat keterangan lainnya. Membangun rasa nyaman sekaligus kepercayaan.

L ayanan khusus berupa pemeriksaan dan pengobatan penyakit-penyakit Infeksi Menular Seksual, VCT (Voluntary Counseling Test; Konseling dan pemeriksaan HIV-AIDS), PAP-Smear, Vaginal Toilets (pembersihan vagina), dan konsultasi psikologi. Dengan rata-rata biaya Rp. 10.000,- saja termasuk konseling, obat dan kondom (bila diperlukan) sebanyak 9 buah. Selain layanan di klinik, seringkali tenaga medis klinik ini turun ke hotspot (daerah tempat para pasien berkumpul) disertai dengan banyak penyuluhan di berbagai lapisan masyarakat. Dan masih banyak program-program hebat lain dengan tujuan yang sama. Menginspirasi.

S ekali lagi saya diberi kesempatan untuk memiliki ilmu sekaligus rasa yang memberi semangat.

R asa takjub terhadap waria, yang sanggup jujur terhadap keadaan. Walaupun itu menentang nilai ideal masyarakat di negara timur ini. Bahkan mereka sanggup membangun dunia sendiri di sela tatapan tidak menyenangkan, cibiran dan bahkan ancaman secara fisik atau psikologis. Dan hebatnya mereka konsisten dengan itu. Mereka konsisten ditengah kesulitan membaur atau dikucilkan oleh masyarakat, bahkan keluarga mereka sendiri. Mereka konsisten hidup susah, mengingat sulitnya menembus barier dunia kerja formal.

R asa salut terhadap para penjaja seks, apapun tujuan mereka memilih profesi ini, yang mampu menekan ego serendah-rendahnya saat para klien menghargai mereka dengan sejumput materi. Saat mereka tidak punya pilihan selain diperlakukan rendah dan sewenang-wenang. Dan esoknya masih mau berdandan cantik demi memuaskan mereka yang sudah dan akan memperlakukan rendah dan sewenang-wenang.

T erimakasih .. sudah membuat saya mengerti bagaimana berbagi rasa.

Tahun Depan

M erubah cara memandang suatu hal memang tidak mudah. Terbukti dari beberapa pembicaraan dengan orang dekat di sekeliling saya belakangan ini berawal dari sesuatu yang sangat mengganjal hati, menguji emosi hingga akhirnya bisa dibicarakan dengan baik. Semua selisih paham, pelan-pelan terulur menjadi seuntai benang yang makin kuat. Bersatu bersama benang-benang lainnya yang terlilit rapi dalam hati. Kuncinya duduk bersama, jujur dan bicarakan. Alhamdulillah

T ahun ini banyak berarti buat saya. Saya belajar memiliki sesuatu, dan belajar pula untuk melepasnya. Bukannya saya tidak pernah “jatuh-bangun” untuk belajar itu semua, bahkan sampai sekarangpun saya masih sulit untuk mengatasi beberapa perasaan yang kadang muncul tiba-tiba dalam menghadapi hal-hal yang mengganjal, baik secara teori maupun teknis. Tapi mudah-mudahan saya tidak akan menyerah untuk terus berusaha.

B ukan hal-hal besar yang sudah saya capai di tahun ini, tapi sekecil apapun yang dapat adalah harta yang sangat berharga buat saya. Untuk itu .. Terimakasih untuk semua sahabat yang telah menyumbangkan waktu, perhatian dan banyak berbagi ilmu.

T ahun depan ?

M ari menghasilkan hal yang lebih heboh !

1. Bercerai baik-baik.. dengan administrasi universitas.

2. Mengukur jalan dari Jakarta ke Bromo sampai Rinjani.

3. Mencari donor sperma untuk memenuhi kebutuhan calon Eyang Kung dan Eyang Uti akan cucu.

4. Buka usaha sampingan; kedai kopi dan buku kecil-kecilan.

5. Kebutuhan gadget; laptop bonus koneksi internet-nya dan kamera.

6. … selalu berusaha menjadi lebih baik tentunya.

K urang heboh? Ya segitu dulu sajalah, yang lainnya menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan..

thumb

S e m a n g at !

New Baby Born The Parade

K enapa bayi baru lahir menangis? Bagaimana proses melahirkan? Apa saja gangguan dalam kehamilan? Tentunya itu tidak akan saya bahas disini, mengingat kemampuan para sahabat yang mampu memanfaatkan tekhnologi masa kini dimana bisa mencari jawaban dari suatu pertanyaan hanya dari beberapa klik saja.

S ekedar berbagi cerita dari keseharian saya beberapa minggu terakhir ini. Bekerja dan belajar di salah satu bagian tersibuk di Rumah Sakit. Dengan empat orang dokter spesialis, yang kesemuanya laki-laki dan berpuluh bidan, yang kesemuanya wanita tentunya. Menjalani hari mengurus para ibu hamil dan anak yang mereka lahirkan. Mulai dari pemeriksaan awal, pemeriksaan lanjutan, saat melahirkan, dan perawatan ibu setelah proses melahirkan selesai.

B anyak emosi bercampur dalam satu ruang. Menghimpit tiap dada yang menghitung mundur kelahiran sebentuk daging bernyawa.

S ang Khalik mengikat umatnya dengan roh dalam jasad. Menjadikannya terhormat dalam bentuk yang paling sempurna. Menyejukkan tiap mata yang memandang. Menyenangkan.

I present you. The new baby born.


dsc012074dsc01273dsc012751dsc012433

dsc012482dsc01276dsc013274dsc012472

dsc013221dsc012411

.. and counting.

Kelilipan

H ari ini hati saya “kelilipan” lagi.

K ali ini datang dari wanita yang belum saya kenal. Seorang residen Orthopedi.

Kemajuan seseorang, dinilai dari semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Dan bagaimana kita bisa mendapatkan tanggung jawab yang besar, andai tanggung jawab yang kecil-kecil saja tidak dapat kita tangani