Kering

Ketika sebuah keinginan sederhana tidak harus terpenuhi.

Ketika seonggok perasaan mulai membatu dan berdebu.

Mereka, dua bibit yang memutuskan bersatu, tumbuh bersama untuk menjadi satu pohon. Pohon yang sejalan dengan matahari terbit dan terbenam makin tumbuh menjulang. Bercabang cabang. Melahirkan pucuk-pucuk muda diujung rantingnya. Pucuk muda bergelar harapan.

Pada pucuk-pucuk muda itu mengalir segala kebaikan dan keinginan. Seumpama mimpi yang tertanam dalam-dalam. Mengakar dan mengikat kuat.

Kini..

Pohon bercabang itu makin renta. Rapuh dan limbung dimakan usia. Seakan hendak tumbang terbagi dua.

Pucuk-pucuk nya terlihat pucat. Kering berkerut-kerut.

Menanti jatuh ketanah. Menanti hancur.

889359

.. Ayah, Bunda. Maaf, pucuk itu belum mampu membahagiakan kalian.

Iklan

Tahun Depan

M erubah cara memandang suatu hal memang tidak mudah. Terbukti dari beberapa pembicaraan dengan orang dekat di sekeliling saya belakangan ini berawal dari sesuatu yang sangat mengganjal hati, menguji emosi hingga akhirnya bisa dibicarakan dengan baik. Semua selisih paham, pelan-pelan terulur menjadi seuntai benang yang makin kuat. Bersatu bersama benang-benang lainnya yang terlilit rapi dalam hati. Kuncinya duduk bersama, jujur dan bicarakan. Alhamdulillah

T ahun ini banyak berarti buat saya. Saya belajar memiliki sesuatu, dan belajar pula untuk melepasnya. Bukannya saya tidak pernah “jatuh-bangun” untuk belajar itu semua, bahkan sampai sekarangpun saya masih sulit untuk mengatasi beberapa perasaan yang kadang muncul tiba-tiba dalam menghadapi hal-hal yang mengganjal, baik secara teori maupun teknis. Tapi mudah-mudahan saya tidak akan menyerah untuk terus berusaha.

B ukan hal-hal besar yang sudah saya capai di tahun ini, tapi sekecil apapun yang dapat adalah harta yang sangat berharga buat saya. Untuk itu .. Terimakasih untuk semua sahabat yang telah menyumbangkan waktu, perhatian dan banyak berbagi ilmu.

T ahun depan ?

M ari menghasilkan hal yang lebih heboh !

1. Bercerai baik-baik.. dengan administrasi universitas.

2. Mengukur jalan dari Jakarta ke Bromo sampai Rinjani.

3. Mencari donor sperma untuk memenuhi kebutuhan calon Eyang Kung dan Eyang Uti akan cucu.

4. Buka usaha sampingan; kedai kopi dan buku kecil-kecilan.

5. Kebutuhan gadget; laptop bonus koneksi internet-nya dan kamera.

6. … selalu berusaha menjadi lebih baik tentunya.

K urang heboh? Ya segitu dulu sajalah, yang lainnya menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan..

thumb

S e m a n g at !

Kelilipan

H ari ini hati saya “kelilipan” lagi.

K ali ini datang dari wanita yang belum saya kenal. Seorang residen Orthopedi.

Kemajuan seseorang, dinilai dari semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Dan bagaimana kita bisa mendapatkan tanggung jawab yang besar, andai tanggung jawab yang kecil-kecil saja tidak dapat kita tangani

Dewasa ?

T erinspirasi (lagi) dengan salah satu tulisan si paKDhe sang sahabat jail. Dengan salah satu cuplikan kalimatnya;

… di suatu hari ada seorang temen yang bilang, “kedewasaan seseorang bukan dinilai dari hidupnya yang ndak pernah bermasalah tapi dari caranya menyelesaikan setiap masalah dalam hidupnya”.

B ahwa pernah atau tidaknya seseorang bermasalah dalam hidup, memang nyatanya tidak menjadi jaminan mutlak bagaimana status kedewasaannya kelak. Seseorang yang sangat bermasalah di masa kecil atau sampai remaja, bahkan bisa sangat berhasil di masa dewasanya. Tapi tidak sedikit kasus dimana hal tersebut terjadi sebaliknya. Atau seorang anak yang bahagia di masa kecilnya-pun, punya persentase yang sama antara menjadi berhasil atau juga menjadi seorang gagal di masa dewasanya.

S aya tidak bercita-cita menjadi intan dari batubara. Walau begitu, sayapun tidak bisa menghindari tekanan dan permasalahan yang tidak bisa saya tolak datangnya.

S aya hanya ingin menjadi sebuah arang dalam pinsil. Sebuah gelas dari tanah liat. Seorang yang ingin menopang orang lain dengan kemampuannya yang apa adanya.

Banyak jalan menjadi dewasa.

Dan setiap orang memegang peranan dalam kedewasaan orang lain.

Termasuk kalian.

.. maka berhati-hatilah dalam bersikap, karena kalian bisa membentuk, bisa juga menghancurkan.

PS.

Terimakasih untuk semuanya ..