Nyeri

Hujan siang itu, membawa ke dalam lamunan yang panjang ..

Rasa kehilangan menerobos deras dari mata,
berpacu dengan titik titik air yang pecah saat bergesekan dengan udara

Nyeri ..

Membinasakan dinding logika,

Menyayat rindu yang makin berkarat

Iklan

Rp. 10.000,-

C oba pegang uang pecahan Rp. 10.000,- mu .. Bayangkan apa yang kamu bisa lakukan dengan uang itu. Pikirkan artinya nominal sekian bagi harimu.

M alam ini saya berbagi uang Rp. 10.000,- dengan seorang Bapak penjual peyek di pelataran parkir sebuah swalayan megah. Dengan pakaian yang sederhana, Bapak berdiri tegap disamping dagangan-nya. Menawarkan dengan nada rendah, tidak persuasif, tidak menghiba. Walau saya tau, sang Bapak pasti sangat ingin dagangan-nya yang masih menggunung tersebut terjual habis saat tiba waktunya dia pulang nanti.

T idak ada niat apapun dengan berbagi ini.

H anya ingin mengingatkan kepada semua Sahabat.

K enapa tidak, kita berbagi.. Jika kita mampu.

B ukan masalah nominal, atau kebutuhan. Hanya ketulusan.

.. dan kamu akan tau, harga senyum dan hati tenang seharga Rp. 10.000,-

..

Gelap hati gelap jiwa .. biar para setan dan sebangsanya berpesta ..
Memanggang jiwa dan memakan nya setengah matang.

Berbagi Rasa

S egala ego dan tuntutan hidup membawa kita kedalam situasi yang seringkali tidak diinginkan. Yang seringkali menyudutkan, membuat kita mengerahkan kemampuan secara membabi-buta. Tuntutan untuk lahir normal, bersekolah sekaligus mendapat nilai memuaskan, berperilaku santun, menjaga norma, mendapat pekerjaan bagus, menghasilkan gaji tinggi, up-date terhadap tren terbaru, punya keluarga normal bahagia dan seterusnya.

I ngin diakui.

K ita berusaha mati-matian terlihat indah di mata orang lain.

D an saya mulai bosan melihat itu. Melihat saya dan orang lain merubah dirinya menjadi mesin penggilas jaman.

B eberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman sejawat punya kesempatan dijamu oleh sebuah institusi independen non-pemerintah. Saya tidak berani menyebut nama institusi tersebut disini tanpa ijin, walau pasti mereka tidak berkeberatan untuk itu. Suatu klinik sederhana yang berada di tengah hiruk pikuk pasar sekitar Jatinegara dengan lalulintas masyarakat marginal. Institusi ini memberi mulai dari layanan umum dan beberapa layanan khusus.

Y ang menarik untuk saya adalah, pasien tetap beberapa layanan khusus di institusi ini adalah golongan yang mungkin untuk sebagian masyarakat dianggap tidak normal. Sebut saja diantaranya waria, WPS (Wanita Penjaja Seks), PPS (Pria Penjaja Seks), klien (pelanggan WPS/PPS), homoseksual (guy atau lesbian) atau MSM (Man having Sex with Man), IDU (Injecting Drug User) dan warga binaan (narapidana). Ada yang aneh? Mari kita anggap ini sebagai sesuatu yang unik, daripada aneh. Dan mereka benar-benar ada di lingkungan kita, dengan jumlah yang semakin meningkat.

L ebih jauh, layanan khusus di klinik ini berhubungan dengan orientasi seksual berbasis perspektif kesetaraan gender. Berbagai orientasi seksual seperti :

1. Heteroseksual

Hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa genito-genita (penis-vagina), oral seks dan anal seks.

2. Homoseksual

Hubungan antara sesama laki-laki, atau sesama perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa oral seks, anal seks dan riming (menjilati sekitar anus)

3. Biseksual

Hubungan antara seorang laki-laki dengan laki-laki dan perempuan, atau sebaliknya

4. Selibat

Seseorang yang memutuskan dirinya untuk tidak berhubungan seksual, biasanya berhubungan dengan agama.

D i klinik ini, semua orang diterima dan dilayani setara dengan tanpa melihat latar belakangan orientasi seksual mereka. Bahkan dalam mencatat identitas klinik ini hanya meminta nama panggilan, tanpa embel-embel KTP atau surat keterangan lainnya. Membangun rasa nyaman sekaligus kepercayaan.

L ayanan khusus berupa pemeriksaan dan pengobatan penyakit-penyakit Infeksi Menular Seksual, VCT (Voluntary Counseling Test; Konseling dan pemeriksaan HIV-AIDS), PAP-Smear, Vaginal Toilets (pembersihan vagina), dan konsultasi psikologi. Dengan rata-rata biaya Rp. 10.000,- saja termasuk konseling, obat dan kondom (bila diperlukan) sebanyak 9 buah. Selain layanan di klinik, seringkali tenaga medis klinik ini turun ke hotspot (daerah tempat para pasien berkumpul) disertai dengan banyak penyuluhan di berbagai lapisan masyarakat. Dan masih banyak program-program hebat lain dengan tujuan yang sama. Menginspirasi.

S ekali lagi saya diberi kesempatan untuk memiliki ilmu sekaligus rasa yang memberi semangat.

R asa takjub terhadap waria, yang sanggup jujur terhadap keadaan. Walaupun itu menentang nilai ideal masyarakat di negara timur ini. Bahkan mereka sanggup membangun dunia sendiri di sela tatapan tidak menyenangkan, cibiran dan bahkan ancaman secara fisik atau psikologis. Dan hebatnya mereka konsisten dengan itu. Mereka konsisten ditengah kesulitan membaur atau dikucilkan oleh masyarakat, bahkan keluarga mereka sendiri. Mereka konsisten hidup susah, mengingat sulitnya menembus barier dunia kerja formal.

R asa salut terhadap para penjaja seks, apapun tujuan mereka memilih profesi ini, yang mampu menekan ego serendah-rendahnya saat para klien menghargai mereka dengan sejumput materi. Saat mereka tidak punya pilihan selain diperlakukan rendah dan sewenang-wenang. Dan esoknya masih mau berdandan cantik demi memuaskan mereka yang sudah dan akan memperlakukan rendah dan sewenang-wenang.

T erimakasih .. sudah membuat saya mengerti bagaimana berbagi rasa.

Cemburu

jealousy1

Jealousy;

typically refers to the negative thoughts and feelings of insecurity, fear, and anxiety that occur when a person believes a valued relationship is being threatened by a rival.

Jealousy often contains a mixture of emotions such as anger, sadness & disgust. While jealousy and envy are similar

They differ in that jealousy is about something one has and is afraid of losing, while envy is about something one does not have and either wants to acquire or to prevent another from getting.

A rival is a competing person, company, or team.

(Sumber : http://www.wikipedia.com)

A da yang bisa kasih obat anti-cemburu ke saya ?

J angan bilang ini cuma soal kepercayaan. Karena kepercayaan bukan sesuatu yang sepele dan bukan bisa tumbuh sendiri. Butuh waktu, proses dan bukti.

J angan bilang juga ini cuma soal tingkat kedewasaan. Karena saya rasa semua umur punya hak untuk cemburu.

A tau anda mau bilang, ini cuma akibat dari kejadian yang telah lampau ?

M ungkin karena terkait banyak hal yang negatif seperti marah, sedih dan muak, maka inti yang sebenarnya dari cemburu itu jadi tersamar. Orang yang cemburu dan dicemburui cenderung memperlihatkan sikap membela diri, diluar urusan benar dan salah, menjadi lebih sensitif dan mudah emosi. Belum lagi menyebut sang ego yang tiba-tiba mencuat menjadi hal yang diperjuangkan mati-matian. Membuat hal sederhana menjadi terlupa, memahami.

M emahami bahwa anda sedang dihargai, sedang dipuja. Walaupun dengan cara yang tidak membuat anda nyaman.

M emahami bahwa perhatian adalah kebutuhan.

M emahami bahwa anda sedang berbagi dunia dengan nya.

… maka ia akan sadar, bahwa dia tidak berhadapan dengan batu melainkan awan berlapis yang meneduhkan.

Kecewa

Aku merajuk pada titik-titik air dari langit dan dingin ..

 

bruxelles_street_i_by_zardo

 

Sedikit waktu yang kau miliki. Luangkanlah untukku

Harap secepatnya datangi aku

S’kali ini ku mohon padamu. Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah. S’luruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

Hati yang tak terbalas

Oleh cintamu…

Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian

Berkali kulihat jam ditangan. Demi membunuh waktu

Tak kulihat tanda kehadiranmu

Yang semakin meyakiniku

Kau tak datang

Kecewa

(Bunga Citra Lestari)