Jokes

#1 Spielberg

A Chinese man walked into a pub in New York with his pal. He says
to his pal,

Man : “Hey! That’s Steven Spielberg over there! God, I wish he’ll come over to say “hi”

Spielberg suddenly walked over and gave the man a punch on the nose.

Man : “Hey!! What’s that for?!”
Spielberg : “You bloody Japanese killed my granddad when you bombed pearlharbour!”
Man : “I’m not Japanese! I’m Chinese!”
Spielberg : “Chinese, Vietnamese, Japanese, you’re all the same!”

Spielberg walks back to the other side. Then the Chinese man calmly walks over to Spielberg and gives him a really heavy punch on the face.

Spielberg : “Wha… !?!”
Man : “YOU BLOODY ASSHOLE! YOU SANK THE TITANIC!”
Spielberg : “No,no, an iceberg sank the titanic!”
Man : “Iceberg, Carlsberg, Spielberg, you’re all the same

#2 Si Mamat

Mamat, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal sama semua orang beken di negeri ini. Tingkahnya itu kadang-kadang ngeselin.
Suatu waktu, boss-nya penasaran dan ingin membuktikan bualannya.

“Oke boss” kata si Mamat, “sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak kenal”.

“Cobabuktiin you kenal nggak sama si Meriem Bellina”.
“Beres boss. ‘Yuk kita ke pengadilan”. Maklum si Meriem ‘kan lagi
ngegugat-cerai lakinya.

Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama
kemudian muncul Meriem diiringi pengacaranya. Begitu lewat di depan si Mamat, langsung si Meriem negorin: “Eh, Mat ke mana aja udah lama nggak
keliatan?”, diiringi cium pipi kiri dan kanan ala selebritis. “‘Ntar kalo urusan udah selesai main ya kerumah”.

Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong: “Ah, saya masih belum yakin. ‘ngkali kebetulan aja. Ayo sekarang tunjukin kalo you kenal sama si Liem Sioe Liong”. “Beres boss”. Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA. Tak lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya. Melihat si Mamat, eh si taipan nyamperin:”Haiyya, Mat. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama nyariin elu. Ke mana ajah? Yukkeatas dulu, kita ngopi sebentar”. “Wah, ‘koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane pasti mampir lagi”. Si taipan nyautin: “Iya dah. Jangan lupa ya”, sambil tangannya menyisipkan sesuatu ke kantong si Mamat. Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan.

Tapi si boss masih penasaran, katanya: “Oke deh, saya udah hampir percaya semua yang saya saksikan. Tapi ini test yang terakhir. Coba buktiin kalo you
kenal sama Gus Dur”. “Yakh boss, terang ane kenal, ‘kan saben hari nongol di TV” “Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran”, sergah si boss. “Beres deh boss, ‘kan hari Minggu ada Istighosah mendukung Gus Dur di Senayan. ‘Ntar kita ke sana.”

Hari Minggu sungguh luarbiasa, ribuan massa NU sudah luber di Senayan. “Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane ada di sini. Tapi … gini aja deh, boss. Boss tunggu aja di sini. Boss liat aja nanti ane keluar di podium barengan ame
Gus Dur. Ane kenal kok sama Banser-Banser yang tugasdi podium.” Ditunggu-tunggu, setengah jam kemudian tepuk tangan bergemuruh menyambut Gus
Dur keluar dari podium, dan …. keluar dengan digandeng si Mamat disebelahnya. Di sebelah satunya jelas si Yenny, putrinya.

Tak lama kemudian si Mamat balik mau nemuin boss-nya. Kaget dia nemuin boss-nya pingsan dikelilingi Petugas P3K, jangan-jangan serangan jantung. Setelah ditunggu beberapa lama kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke si boss-nya: “Boss, boss kenapa ente. Nyebut dong, nyebut”. Alhamdulillah, nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik:
“Nggak apa-apa. Aku nggak apa-apa”. “Abis kenapa bisa kejadian begini”, tanya si Mamat. ‘Tadi waktu you keluar bareng Gus Dur di podium, orang di
sebelah saya ngomong:
“Eh, siapa tuh yang digandeng si Mamat!?”…

#3 Ninety Years Old

A woman is having her 90th birthday with a huge celebration in the village. Everybody is there – the mayor, the police and a reporter from the local newspaper. He wants to know how she managed to have such a long

life. She tells him about her fulfilled life – and about the 3 beers and 2 cigars she has each day. ‘Not to forget a healthy and active life keeps my circulation going’ she adds. The reporter curious now, asks deferentially, “So when was the last time you made love, Mam ?”
“Well, let me think – made love – the last time I did that was around 1945.”
“Whoa,” the reporter says, “but that’s a helluva long time ago.”
“You think so?” The woman replied and checks her watch. She continued on
and said, “But it’s only 20:15 now!”

#4 Harley

Dua orang pemuda sedang asik naik mobil, tiba-tiba sebuah motor Harley Davidson mendahului mereka dan pengemudinya berteriak ” Hooooi ! … Elu sudah pernah naik Harley belum ?” lalu dia langsung tancap gas.

“Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayo kita kejar ! ” kata pemuda yang nyetir mobil, “ayo !” balas temannya. Mobil itu tancap gas dan berhasil menyalip Harley. Ngga’ lama kemudian, Harley tersebut berhasil nguber Mobil lagi, dan pengendara Harleynya berteriak “Hoooi ! … Elu udah pernah
naik Harley belum ?”. Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.

“Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih!’ pemuda yang nyetir mobil keki berat.
Rupanya di persimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan dan pengemudinya ketiban motor sendiri. Setelah tahu yang tabrakan adalah Harley yang ngeledek mereka kedua orang pemuda ini turun dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut. “Hoi … elu pernah naik Harley ngga’ ?” kata pengemudi Harley sambil meringis kesakitan. “Heh, elu tuh udah tabrakan,ketiban motor, masih sombong, mau lu apa sih ?” kata salah seorang pemuda yang bawa mobil dengan sewot.

Lalu pengendara Harley itu ngomong ” Maksudnya, gue mau nanya kalo elu udah pernah naik Harley kasih tahu gua rem-nya dimana ?!”
Pengendara mobil ” Oooo …… ”

#5 Besok lagi yaaahh πŸ˜‰

#5 Menunggu Tamu

Seorang kakek memasuki sebuah apartemen. Di pintu masuk ia bertemu Elzy.

“Nak,apakah engkau tahu kamar dimana Pak Yakub tinggal?” tanya sang kakek kepada Elzy.

Dengan ramah si Elzy menjawab, “O, tahu Kek!

Mari saya antarkan.”

Elzy pun mengajak kakek itu naik tangga menuju lantai 10 dan membawanya ke depan kamar pak Yakub.

“Ini Kek…kamar apartemen Pak Yakub.”

Dengan napas yang masih tersengal-sengal sang kakek mengetuk pintu berkali-kali tetapi tidak ada jawaban.

“Nak,sepertinya Pak Yakub tidak di rumah.”

“Betul Kek, Pak Yakub sedang berada di lantai satu menunggu tamunya.”

#6 To Jail

There were three men at a bar. One man got drunk and started a fight with the other two men. The police came and took the drunkguy to jail.

The next day the man went before the judge. The judge asked the man, ‘Where do you work?’

The man said, ‘Here and there.’

The judge asked the man, ‘What do you do for a living?’

The man said, ‘This and that.’

The judge then said, ‘Take him away.’

The man said, ‘Wait, judge, when will I get out?’

The judge said to the man, ‘Sooner or later

#7 Si Didy

Si Didy melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan.

HRD : “Jadi saudara pernah bekerja sebelumnya?”

Didy : “Ya, betul.”

HRD : “Saudara perokok?”

Didy : “Tidak.”

HRD : “Saudara pemabuk?”

Didy : “Tidak.”

HRD : “Saudara pemalas?”

Didy : “Tidak.”

HRD : “Jadi saudara tidak punya kekurangan?”

Didy : “Ada pak, saya suka bohong.”

Iklan

9 thoughts on “Jokes

  1. Ping-balik: Blank-y « Kopi Susu

  2. @ gajah : hehehehe, sama” mas πŸ˜€
    @ tiex : monggo lho mbak tiex, salam kenal juga oks, nanti di posting lagi kalo ada πŸ˜‰

  3. Ping-balik: Blank-y at kβ€’pisusu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s