Nothing’s ever built to last

Do you know what’s worth fighting for?
When it’s not worth dying for?
Does it take your breath away
And you feel yourself suffocating?

Does the pain weigh out the pride?
And you look for a place to hide?
Did someone break your heart inside?
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

When you’re at the end of the road
And you lost all sense of control
And your thoughts have taken their toll
When your mind breaks the spirit of your soul

Your faith walks on broken glass
And the hangover doesn’t pass
Nothing’s ever built to last
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Did you try to live on your own
When you burned down the house and home?
Did you stand too close to the fire
Like a liar looking for forgiveness from a stone?

When it’s time to live and let die
And you can’t get another try
Something inside this heart has died
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Iklan

Kecewa

Aku merajuk pada titik-titik air dari langit dan dingin ..

 

bruxelles_street_i_by_zardo

 

Sedikit waktu yang kau miliki. Luangkanlah untukku

Harap secepatnya datangi aku

S’kali ini ku mohon padamu. Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah. S’luruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

Hati yang tak terbalas

Oleh cintamu…

Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian

Berkali kulihat jam ditangan. Demi membunuh waktu

Tak kulihat tanda kehadiranmu

Yang semakin meyakiniku

Kau tak datang

Kecewa

(Bunga Citra Lestari)

 


Kelilipan

H ari ini hati saya “kelilipan” lagi.

K ali ini datang dari wanita yang belum saya kenal. Seorang residen Orthopedi.

Kemajuan seseorang, dinilai dari semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Dan bagaimana kita bisa mendapatkan tanggung jawab yang besar, andai tanggung jawab yang kecil-kecil saja tidak dapat kita tangani

WhoHoo .. I’ve Been Simpsonized

S ebenarnya sudah tau soal ini sejak lamaaaaa banget. Dan penasaran untuk mencobanya. Tapi karena sok sibuk, sayapun lantas lupa. Nah, waktu kemarin lagi asik nonton suatu acara talk show luar negeri, ternyata dibahas lagi. Wah, tidak menyia-nyiakan waktu akhirnya nekat me-simpson-kan wajah. Merubah wajah kita menjadi karakter kartun dalam serial The Simpson.

N arsis?

S elama itu bisa bikin kita senyum, kenapa tidak? 😉

*di convert dari poto polos tanpa kerudung* 😀

T api kok rasanya kurang mirip yah.. *masih sibuk utak atik karakter disini*. Hayoooo .. Siapa yang bisa bikin karakter paling mirip dengan aslinya?

Demam Pelangi

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang kuasa

cinta kita di dunia selamanya ..

(Nidji, Laskar Pelangi)

S eperti yang lainnya, sayapun terjangkit demam pelangi. Mengggandrungi adegan demi adegan dalam film garapan para sineas muda berbakat. Mereka yang telah berhasil mengangkat suatu kisah nyata yang luar biasa, menjadi suguhan yang apik dan menggemaskan. Nikmat, mengenyangkan tanpa membuat ketagihan.

F ilm yang romantis untuk saya. Dimana saya bisa merasakan kehangatan persahabatan yang sederhana namun mendalam dan mengendap dalam setiap celah otak dan hati. Berhimpitan dengan perjuangan seuntai sahabat dalam mengais ilmu.

E ntah apa yang benar-benar dirasa oleh bang Ikal, jikalau saya boleh memanggilnya begitu. Setelah berhasil menuangkan cerita hidup dan kenangan yang telah lama menjadi bayang-bayangnya dalam tulisan dan film. Bukan suatu kebetulan sepertinya andai buku dan film karya bang Ikal laris manis di pasar Indonesia. Tulisan dalam bukunya yang sudah saya baca jauh sebelum film-nya akan dibuat, memang meninggalkan kesan mengharu biru, menyentuh sisi manusiawi. Yang saya ingat pertama saya mendengar bang Ikal ini berucap, adalah saya melihat sebuah pribadi yang apa-adanya. Saya terkesan dengan pemilihan kalimatnya yang singkat dan intonasi yang rendah. Selebihnya saya tidak akan berani menilai sosok bang Ikal seperti apa. Karena mendengarnya berkatapun hanya sekali itu. Buku dan film pun tak dinyana memiliki bagian-bagian pemanis penambah selera. Namun, sepenuhnya saya mendukung karya bang Ikal yang telah lahir dan mengharap beliau dapat selalu melakukan hal-hal hebat lainnya di masa yang akan datang. Aamiin.

. . .

Awan-awan kapas berwarna biru lembut turun. Mengapung rendah ingin menyentuh permukaan laut yang surut jauh, beratus-ratus hektare luasnya, hanya setinggi lutut, meninggalkan pohon-pohon kelapa yang membujur di sepanjang Pantai Tanjong Kelayang.

Aku tahu bahwa awan-awan kapas biru muda itu dapat menjadi penghibur bagi mataku, tapi dia tak kan pernah menjadi sahabat bagi jiwaku..karena sejak minggu lalu aku telah menjadi sekuntum daffodil yang gelisah, sejak kukenal sebuah kosa kata baru dalam hidupku : rindu

(Hirata, Andrea. Miang Sui-Laskar Pelangi)

. . .

“Tahukah kalian …,” katanya sambil memandang jauh. “Pelangi sebenarnya adalah sebuah lorong waktu”

Kami terdiam, suasana jadi bisu, terlena khayalan mahar

(Hirata, Andrea. Laskar Pelangi dan Orang-orang Sawang-Laskar Pelangi)

. . .

Ibunda guru,

Ayahku telah meninggal, besok aku akan ke sekolah.

Salamku, Lintang.

Bagai meteor pijar ia berkelana sendirian ke planet-planet pengetahuan, lalu kelipnya meredup dalam hitungan mundur dan hari ini ia padam, tepat empat bulan sebelum ia menyelesaikan SMP…

Hari ini, seekor tikus kecil mati di lumbung padi yang melimpah ruah.

(Hirata, Andrea. Elvis Has Left the Building-Laskar Pelangi)

. . .

Saat itu aku menyadari bahwa kami sesungguhnya adalah kumpulan persaudaraan cahaya dan api. Kami berjanji setia dibawah halilintar yang menyambar-nyambar dan angin topan yang menerbangkan gunung-gunung. Janji kami tertulis pada tujuh tingkatan langit, disaksikan naga-naga siluman yang menguasai Laut Cina Selatan. Kami adalah lapisan-lapisan pelangi terindah yang pernah diciptakan Tuhan.

(Hirata, Andrea. Elvis Has Left the Building-Laskar Pelangi)

. . .

Kami adalah sepuluh umpan nasib dan kami seumpama kerang-kerang halus yang melekat satu sama lain dihantam deburan ombak ilmu.

(Hirata, Andrea. Laskar Pelangi)

Foto behind the scene lainnya.

Dapet PR !

Dapet PR belajar masak dari oknum bertanggung jawab. Fiuh. Permintaan-nya sih ndak neko-neko, Teri Kacang. Termasuk masakan fav waktu kecil dulu. Jadi ada unsur pribadi dalam semangat belajarnya. Setelah cari-cari contekan cara membuatnya. Agak lega, ternyata contekan-nya tak sepanjang yang diperkirakan. Mudah-mudahan saya berhasil yah. Biar hati calon ibu mertua sedikit tenang.

Bahan-bahan:

  • 3 buah Kentang diserut
  • 100 gr Ikan Teri
  • 50 gr Kacang Tanah Goreng
  • 4 buah cabe merah potong jadi 3 bagian
  • 1 siung bawang putih cincang halus
  • 4 blok gula merah haluskan supaya gampang
  • 2 sdm makan minyak wijen (bisa minyak sayur)

NB: yang suka pedes bisa pake cabe rawit

Cara Mengolahnya :

  • Tumis cabe merah dan bawang putih sampai harum, lalu masukan kentang, teri dan kacang tanah digoreng kering, aduk rata.
  • Masukan gula merah, sampai larut menyatu dengan bahan-bahan. Angkat dan tiriskan.

* bersambung *