PINDAHAN

Masih sering tidak sengaja menulis alamat blog ini saat comment di beberapa blog, lupa kalau saya sudah pindahan 😉 Andai berkenan, sila berkunjung ke http://kopisusu.org yaaa ..

Saya tunggu disana 😉

Iklan

Rp. 10.000,-

C oba pegang uang pecahan Rp. 10.000,- mu .. Bayangkan apa yang kamu bisa lakukan dengan uang itu. Pikirkan artinya nominal sekian bagi harimu.

M alam ini saya berbagi uang Rp. 10.000,- dengan seorang Bapak penjual peyek di pelataran parkir sebuah swalayan megah. Dengan pakaian yang sederhana, Bapak berdiri tegap disamping dagangan-nya. Menawarkan dengan nada rendah, tidak persuasif, tidak menghiba. Walau saya tau, sang Bapak pasti sangat ingin dagangan-nya yang masih menggunung tersebut terjual habis saat tiba waktunya dia pulang nanti.

T idak ada niat apapun dengan berbagi ini.

H anya ingin mengingatkan kepada semua Sahabat.

K enapa tidak, kita berbagi.. Jika kita mampu.

B ukan masalah nominal, atau kebutuhan. Hanya ketulusan.

.. dan kamu akan tau, harga senyum dan hati tenang seharga Rp. 10.000,-

Berbagi Rasa

S egala ego dan tuntutan hidup membawa kita kedalam situasi yang seringkali tidak diinginkan. Yang seringkali menyudutkan, membuat kita mengerahkan kemampuan secara membabi-buta. Tuntutan untuk lahir normal, bersekolah sekaligus mendapat nilai memuaskan, berperilaku santun, menjaga norma, mendapat pekerjaan bagus, menghasilkan gaji tinggi, up-date terhadap tren terbaru, punya keluarga normal bahagia dan seterusnya.

I ngin diakui.

K ita berusaha mati-matian terlihat indah di mata orang lain.

D an saya mulai bosan melihat itu. Melihat saya dan orang lain merubah dirinya menjadi mesin penggilas jaman.

B eberapa hari yang lalu, saya dan teman-teman sejawat punya kesempatan dijamu oleh sebuah institusi independen non-pemerintah. Saya tidak berani menyebut nama institusi tersebut disini tanpa ijin, walau pasti mereka tidak berkeberatan untuk itu. Suatu klinik sederhana yang berada di tengah hiruk pikuk pasar sekitar Jatinegara dengan lalulintas masyarakat marginal. Institusi ini memberi mulai dari layanan umum dan beberapa layanan khusus.

Y ang menarik untuk saya adalah, pasien tetap beberapa layanan khusus di institusi ini adalah golongan yang mungkin untuk sebagian masyarakat dianggap tidak normal. Sebut saja diantaranya waria, WPS (Wanita Penjaja Seks), PPS (Pria Penjaja Seks), klien (pelanggan WPS/PPS), homoseksual (guy atau lesbian) atau MSM (Man having Sex with Man), IDU (Injecting Drug User) dan warga binaan (narapidana). Ada yang aneh? Mari kita anggap ini sebagai sesuatu yang unik, daripada aneh. Dan mereka benar-benar ada di lingkungan kita, dengan jumlah yang semakin meningkat.

L ebih jauh, layanan khusus di klinik ini berhubungan dengan orientasi seksual berbasis perspektif kesetaraan gender. Berbagai orientasi seksual seperti :

1. Heteroseksual

Hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa genito-genita (penis-vagina), oral seks dan anal seks.

2. Homoseksual

Hubungan antara sesama laki-laki, atau sesama perempuan. Dengan aktivitas seksual dapat berupa oral seks, anal seks dan riming (menjilati sekitar anus)

3. Biseksual

Hubungan antara seorang laki-laki dengan laki-laki dan perempuan, atau sebaliknya

4. Selibat

Seseorang yang memutuskan dirinya untuk tidak berhubungan seksual, biasanya berhubungan dengan agama.

D i klinik ini, semua orang diterima dan dilayani setara dengan tanpa melihat latar belakangan orientasi seksual mereka. Bahkan dalam mencatat identitas klinik ini hanya meminta nama panggilan, tanpa embel-embel KTP atau surat keterangan lainnya. Membangun rasa nyaman sekaligus kepercayaan.

L ayanan khusus berupa pemeriksaan dan pengobatan penyakit-penyakit Infeksi Menular Seksual, VCT (Voluntary Counseling Test; Konseling dan pemeriksaan HIV-AIDS), PAP-Smear, Vaginal Toilets (pembersihan vagina), dan konsultasi psikologi. Dengan rata-rata biaya Rp. 10.000,- saja termasuk konseling, obat dan kondom (bila diperlukan) sebanyak 9 buah. Selain layanan di klinik, seringkali tenaga medis klinik ini turun ke hotspot (daerah tempat para pasien berkumpul) disertai dengan banyak penyuluhan di berbagai lapisan masyarakat. Dan masih banyak program-program hebat lain dengan tujuan yang sama. Menginspirasi.

S ekali lagi saya diberi kesempatan untuk memiliki ilmu sekaligus rasa yang memberi semangat.

R asa takjub terhadap waria, yang sanggup jujur terhadap keadaan. Walaupun itu menentang nilai ideal masyarakat di negara timur ini. Bahkan mereka sanggup membangun dunia sendiri di sela tatapan tidak menyenangkan, cibiran dan bahkan ancaman secara fisik atau psikologis. Dan hebatnya mereka konsisten dengan itu. Mereka konsisten ditengah kesulitan membaur atau dikucilkan oleh masyarakat, bahkan keluarga mereka sendiri. Mereka konsisten hidup susah, mengingat sulitnya menembus barier dunia kerja formal.

R asa salut terhadap para penjaja seks, apapun tujuan mereka memilih profesi ini, yang mampu menekan ego serendah-rendahnya saat para klien menghargai mereka dengan sejumput materi. Saat mereka tidak punya pilihan selain diperlakukan rendah dan sewenang-wenang. Dan esoknya masih mau berdandan cantik demi memuaskan mereka yang sudah dan akan memperlakukan rendah dan sewenang-wenang.

T erimakasih .. sudah membuat saya mengerti bagaimana berbagi rasa.

Kecewa

Aku merajuk pada titik-titik air dari langit dan dingin ..

 

bruxelles_street_i_by_zardo

 

Sedikit waktu yang kau miliki. Luangkanlah untukku

Harap secepatnya datangi aku

S’kali ini ku mohon padamu. Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah…

Hampa kesal dan amarah. S’luruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

Hati yang tak terbalas

Oleh cintamu…

Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa…

Sedetik menunggumu disini, s’perti seharian

Berkali kulihat jam ditangan. Demi membunuh waktu

Tak kulihat tanda kehadiranmu

Yang semakin meyakiniku

Kau tak datang

Kecewa

(Bunga Citra Lestari)

 


Saya (ikut) Protes

P unya waktu sedikit muter-muter. Klik ini, klik itu. Baca ini, baca itu. Ada protes di beberapa tulisan, tentang bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi suatu masalah dengan kekerasan. Bukan hal yang baru sepertinya, suguhan adegan kekerasan demi kekerasan digelar disana sini. Pemeran nya pun dari berbagai umur, dari beraneka latar-belakang pendidikan dan tingkat sosial.

W alaupun saya kurang mengerti benar apa yang menjadi duduk permasalahan atau berita sebenarnya, tapi lha ya kok agak terusik. Namun solusi pastinya pun saya tidak punya. Jadilah saya disini hanya bisa (ikut) protes.

S ekedar berbagi pemikiran, saya pikir hal-hal yang sudah saya tulis diatas karena kurangnya rasa menghargai terhadap sesama. Bedakan antara tidak tau dan tidak ingin tau.

B erhubungan dengan rasa menghargai, jadi teringat juga beberapa hal yang saya alami belakangan ini, tepatnya hubungan antar sejawat. Dimana budaya menegur-sapa kiranya menjadi hal yang mahal didapat. Mungkin karena mereka tidak merasa memiliki kepentingan dengan saya atau dengan orang-orang sekitar yang mereka kenal, karena itu mereka sengaja tidak menyapa saat bertemu. Bedakan antara tidak kenal dan tidak ingin kenal.

M iris.

Tahun Depan

M erubah cara memandang suatu hal memang tidak mudah. Terbukti dari beberapa pembicaraan dengan orang dekat di sekeliling saya belakangan ini berawal dari sesuatu yang sangat mengganjal hati, menguji emosi hingga akhirnya bisa dibicarakan dengan baik. Semua selisih paham, pelan-pelan terulur menjadi seuntai benang yang makin kuat. Bersatu bersama benang-benang lainnya yang terlilit rapi dalam hati. Kuncinya duduk bersama, jujur dan bicarakan. Alhamdulillah

T ahun ini banyak berarti buat saya. Saya belajar memiliki sesuatu, dan belajar pula untuk melepasnya. Bukannya saya tidak pernah “jatuh-bangun” untuk belajar itu semua, bahkan sampai sekarangpun saya masih sulit untuk mengatasi beberapa perasaan yang kadang muncul tiba-tiba dalam menghadapi hal-hal yang mengganjal, baik secara teori maupun teknis. Tapi mudah-mudahan saya tidak akan menyerah untuk terus berusaha.

B ukan hal-hal besar yang sudah saya capai di tahun ini, tapi sekecil apapun yang dapat adalah harta yang sangat berharga buat saya. Untuk itu .. Terimakasih untuk semua sahabat yang telah menyumbangkan waktu, perhatian dan banyak berbagi ilmu.

T ahun depan ?

M ari menghasilkan hal yang lebih heboh !

1. Bercerai baik-baik.. dengan administrasi universitas.

2. Mengukur jalan dari Jakarta ke Bromo sampai Rinjani.

3. Mencari donor sperma untuk memenuhi kebutuhan calon Eyang Kung dan Eyang Uti akan cucu.

4. Buka usaha sampingan; kedai kopi dan buku kecil-kecilan.

5. Kebutuhan gadget; laptop bonus koneksi internet-nya dan kamera.

6. … selalu berusaha menjadi lebih baik tentunya.

K urang heboh? Ya segitu dulu sajalah, yang lainnya menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan..

thumb

S e m a n g at !