My Baby Orchid

B eberapa minggu yang lalu, dapat tanda mata sebuah baby orchid dari seorang sahabat. Walaupun saya ndak punya jiwa “berkebun” tapi karena tergoda untuk memiliki pengalaman memelihara makhluk hidup selain hewan atau manusia lain, akhirnya nekat mengadopsi sang baby anggrek dari empunya. Pesan si empu, sang baby cukup disiram pagi dan sore hari, juga diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Tanpa pupuk, tanpa obat – obatan, tanpa mantra – matra khusus. Ok, sepertinya mudah.

B aby orchid-ku ini dari jenis anggrek merpati. Kata sang empu juga, jenis yang paling mudah diurus untuk level pemula seperti saya. Wah malah jadi grogi. Bagaimana andai baby orchid-ku ndak terurus dan mati, bisa – bisa nama baik sebagai pemula berkebun jadi tercoreng moreng. Walau terlihat mudah, ternyata merawat tanaman itu butuh tingkat sensitivitas yang tidak rendah. Terbukti pada akhir minggu pertama merawat baby orchid, saya lupa menyiramnya selama 1,5 har

i saja karena ditinggal mudik ke Jakarta, salah satu dahannya mengering dan gugur. Hiks. Sedih. Maaf ya sahabat.

L alu semenjak itu, setiap berencana mudik ke Jakarta, atau saat ada jadwal jaga saya selalu mengingatkan diri untuk menyiram dan menitipkan sang baby ke tetangga terdekat. Rasa tanggung jawab tumbuh begitu saja seiring dengan waktu. Cieh.

I ni gambar sang baby minggu pertama

S etelah baca sana – sini, tahulah saya bahwa sang baby punya nama latin Dendrobium crumenatum. Dan ternyata bahwa anggrek adalah tanaman yang identik dengan sifat kesabaran, keuletan, ketekunan, dan pantang menyerah. Wah beberapa hal tersebut sepertinya tidak seperti sifat – sifat saya. Jadi curiga dengan tujuan sang empu baby memberikan sang baby pada saya.

M engutip dari beberapa bacaan, anggrek merpati memiliki cukup banyak variasi dalam bentuk dan ukuran bunga. Warna khasnya yang putih bersih ditambah aroma harum semerbak merupakan kelebihan anggrek ini dibanding kerabatnya yang lain. Memiliki adaptasi yang sangat luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Saat musim berbunga tiba, seluruh kuntum umumnya akan mekar serentak. Hanya saja, lama mekarnya tidak lebih dari 1 hari. Jadi kepikiran untuk membuat tas khusus untuk membawa sang baby, agar saya tidak terlewat saatnya sang baby mekar nanti. Terinspirasi oleh mbak Paris Hilton yang selalu berpergian dengan menenteng tas untuk anjing nya. Kelebihan lain anggrek merpati adalah toleran terhadap kekeringan, kemampuan menghasilkan keiki (anakan) yang sangat tinggi, tingkat pertumbuhan akar dan tunas yang cepat, serta tahan terhadap berbagai rentang intensitas cahaya yang kuat. Sampai disini percaya diri saya tumbuh kembali. Bahwa nantinya saya akan berhasil membesarkan sang baby menjadi sang putri merpati yang cantik dan harum.

S eperti ini ..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s