Lebur

Pongah itu akhirnya lebur menjadi serpihan debu yang diam..

Yang akan tertiup angin.
Kemudian berkelana tak bertuan.

Sejenak, logika berhenti berputar.

Yang terkasih, pada tapak kakimu aku merajut doa.
Pada bayanganmu aku mengulurkan salam.

Semoga kalian terikat abadi sampai maut memisahkan.

Iklan

5 thoughts on “Lebur

  1. Opas : Hihihi kemarin sempet mampir juga lho mas, tapi berhub lewat monitor hape jadi kurang puas kayaknya 😉
    Bunda Dian : Jadi mengirim cendil? *merona*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s