Si Putih Pulang Kampung

A khirnya bisa punya kesempatan berlama – lama di Jakarta. “Nguli” di salah satu tempat di daerah Salemba – Jakarta Pusat, artinya saya akan butuh Si Putih untuk memenuhi akses mobilitas selama kesana kemari nanti. Agak ngeyel dari keinginan sang Bunda yang sedari dulu keberatan memberikan restu untuk saya untuk bermotor-an di Jakarta. Beliau bilang ndak rela andai anak perempuan yang paling manis ini lecet – lecet karena disenggol bus. Aiihh. Bis kali ah yang saya senggol. Tapi dengan jurus rayuan maut, akhirnya sang Bunda luluh, atau pasrah lebih tepatnya melepas saya meliuk – liuk di jalanan Jakarta. Kalau saya pribadi lebih khawatir dengan para pak polisi, berhubung saya belum punya SIM (Surat Ijin Motoran). Cuma bisa berharap mudah – mudahan pelet anti tilang saya bisa bekerja dengan baik *sambil bakar menyan dan menggebet dukun ternama*
B eberapa kali punya pengalaman motoran agak jauh, Jakarta – Puncak, Yogyakarta – Semarang, dan kali ini Karawang – Jakarta, jadi punya beberapa tips pribadi untuk motoran jarak jauh :

  1. Istirahat yang cukup sebelum berangkat. Tidak disarankan melakukan aktivitas yang menguras energi. Apalagi emosi. Kecuali hal – hal yang dilakukan punya nilai “rekreasi” dan “kesenangan” yang bisa menambah vitalitas saat berpergian. Tapi hati – hati andai aktivitas itu bisa menimbulkan reaksi mengantuk.
  2. Pakai pakaian yang nyaman. Menyerap keringat sekaligus punya daya sirkulasi yang cukup. Jangan lupa dengan model yang update. Siapa tau punya kesempatan kenalan sama cowok ganteng 😀
  3. Perlengkapan motor standar. Helm. Jaket. Masker. Sarung tangan – kaki, jas hujan. Jangan lupa juga SIM, STNK dan DOMPET, yang berisi uang tentunya. Dengan isi secukupnya, berjaga – jaga di jalan tiada berjumpa dengan ATM.
  4. Trik packing khusus motoran. Bungkus semua bawaan dalam tas plastik yang rapat. Sedikit merepotkan, tapi sepertinya ini salah satu cara yang ampuh untuk menghindari sang barang bawaan tersiram air hujan.
  5. Minuman dan makanan kecil (atau makanan besar bagi yang perutnya besar *lirik ke bawah dan ke samping bawah*). Jadi bisa kapan saja berhenti untuk istirahat.
  6. Peta. Lebih baik andai tahu informasi tentang daerah yang akan dilalui. Atau setidaknya kemampuan orientasi medan yang baik. Untuk menghindari tersesat di jalan.
  7. Perlengkapan pribadi, alat – alat kebersihan ala kadarnya, seperti tissue basah atau sabun. Obat – obatan pribadi juga disiapkan secukupnya.

B aiklah, sekarang marilah berdoa untuk keselamatan saya selama bermotoran di Jakarta. Jangan lupa juga berdoa bagi yang ingin berpergian, jauh ataupun dekat. Selamat jalan – jalan guys! Brrrrruuuuuuuuummmmmmm……. 😉

Iklan

One thought on “Si Putih Pulang Kampung

  1. periksa kondisi si kuda besi pastikan dalam kondisi prima… jangan sampai perlengkapan reparasi standar tertinggal… siapa tau ketemu cowo ganteng… bisa minta tulung benerin kalo motor mu mogok… hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s